Pengunjung

Pengikut

Kampung Sanan is The Real Concept of Green Sentra Industry

Assalamualaikum Wr Wb

Apakah kalian tahu tentang Kampung Sanan?
Dimana lokasi Kampung Sanan?
Apa yang menarik tentang Kampung Sanan?

Ketiga pertanyaan diatas mungkin ada dalam pikiran kalian yang belum pernah ke Kampung Sanan. Aku sangat bersyukur sekali diberikan kesempatan untuk dapat berkeliling dipandu oleh ibu ketua PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) setempat. Kedatanganku kesana diwadahi oleh Malang Local Guide (komunitas yang diinisasi pertama kali oleh Google Maps). Sungguh ironi sekali, padahal sudah menetap di Kota Malang hampir 5 tahun, tapi belum pernah mengunjungi kampung ini.

Gambar 1 Sanan Tempe Morning Walk
Gambar 2 Coffe Break 1

Proses Sentra Industri Hijau di Kampung Sanan

1. Olahan Kedelai

Produk olahan kedelai merupakan produk utama yang dihasilkan oleh Kampung Sanan. Ada berbagai produk turunan kedelai, sebut saja tempe, keripik tempe, coklat tempe, tempe kacang dan yang masih dalam tahap pengembangan ialah soya tempe. Pembuatan tempe diawali dengan perebusan. Kedelai yang direbus akan menghasilkan limbah berupa kulit kedelai dan air sisa rebusan. Kemudian kedelai didiamkan dan diberi ragi sehingga menghasilkan tempe.
Gambar 1 Tempe (produk 1)
sumber : dok. pribadi
Selanjutnya ada tempe yang dijadikan keripik. Prosesnya tempe pada Gambar 1, dipotong tipis sekitar 1 cm, kemudian dibumbui dan digoreng. Penggorengan dilakukan sebanyak 2x untuk mendapatkan hasil keripik tempe yang renyah.
Gambar 2 Proses Pembuatan Keripik Tempe (Produk 2)
sumber : dok. pribadi

2. Biogas dan Pupuk Organik

Kita tahu dari hasil pembuatan keripik tempe tadi menghasilkan 2 limbah. Limbah kulit kedelai dijadikan masyarakat sebagai makanan sapi dan air sisa rebusan sebagai minuman sapi. Ada sekitar 20 sapi di Kampung Sanan dan hasilnya dijadikan bahan bakar untuk lampu penerangan dan memasak. Biogas (produk 3) dari kototran sapi merupakan hasil dari program "doktor mengabdi" Universitas Brawijaya. Selain itu, kotoran sapi yang tersimpan dalam digester juga bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik (produk 4).
Gambar 3 Biogas dan Pupuk Organik (Produk 3,4)
sumber : dok. pribadi
Wassalamualaikum Wr Wb

Telisik Kampung Warna Warni Jodipan

Minggu, 04 September 2016
Posted by we are family
Assalamualaikum Wr Wb

Hai sobat blogger, trend wisata baru di Kota Malang sedang ramai diperbincangkan. Kita sebut saja kampung kumuh di DAS (Daerah Aliran Sungai) Brantas baru-baru ini telah disulap menjadi obyek wisata. Yupss, Kampung Warna Warni namanya.

Berlokasi di kelurahan Jopidan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, kampung ini dulunya permukiman kumuh. Awal mulanya pemikiran untuk melakukan pengecatan muncul dari mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Muhammadyah Malang (UMM). Para mahasiswa ini berkeinginan untuk mengubah perilaku masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.


Gambar 1 Kampung Kali Code, Jogjakarta
sumber : www.indonesia-tourism.com

Ide pengecatan rumah-rumah di kampung sebenarnya pernah dilakukan oleh Romo Mangunwijaya di bantaran Kali Code, Kota Jogjakarta.

Pewarnaan kampung mulai diterapkan di RW 02 meliputi RT 06,07, dan 08 dimana 100 lebih kepala keluarga menghuni daerah tersebut. Supaya tujuan awal ini terwujud. Para mahasiswa mengajukan kerjasama dengan salah satu produsen cat di Indonesia. Produsen tersebut ialah perusahaan cat bermerek Decofresh, PT Intidayaguna Anekawarna. Pengecatan ini dilakukan di bagian luar rumah yang mencakup dinding dan atap. 

Gambar 1 Spot foto paling terkenal untuk selfie
sumber : dok. pribadi
Gambar 2 Spot foto 2
sumber: dok. pribadi
Gambar 3 Spot foto 3
sumber : dok.pribadi
Jika kalian ingin masuk Kampung Warna Warni hanya butuh Rp 2.000 untuk dapat mengeksplore tempat ini. Biaya tersebut rupanya untuk mengangkut sampah dan perawatan lingkungan. Meskipun hanya kondisi fisik kampung telah berubah, kepedulian hidup bersih berupa kepemilikan sanitasi juga meningkat. Kedatangan wisatawan ternyata mampu dapat mengubah mereka, toilet umum digunakan secara bergantian oleh masyarakat. Selain itu, kunjungan wisatawan memberikan dampak ekonomi bagi warga. Mereka dapat berjualan minuman dan makanan ringan serta mengelola parkir kendaraan.
Begitu banyak kampung-kampung kota yang telah bertransformasi menjadi lebih apik, bahkan hanya dengan sentuhan kuas dari cat-cat beraneka warna. Melalui program pewarnaan kampung ini, jangan hanya melirik bangunan-bangunan skyscrapper yang hanya bisa dinikmati oleh golongan atas. Sekarang kita bisa lihat bahwa kampung kota adalah aset yang patut dijaga, sebab memiliki 3 komponen penting ekonomi, sosial dan lingkungan atau yang biasa disebut SUSTAINABLE.

Wassalamualaikum wr wb

Atmosfer Bisa Memantulkan Sinyal Radio

Sabtu, 10 Mei 2014
Posted by we are family
Assalamualaikum wr wb

Kembali lagi sobat blogger, setelah sekian lama belum nge-blogging dikarenakan  admin lagi sibuk mempersiapkan ujian dan cari sekolah baru. Wah, penuh perjuangan banget pokoknya. Berjuang sampai titik darah penghabisan. Untungnya di zaman modern ini sudah dimudahkan sama alat-alat telekomunikasi dalam membantu perjuangan admin seperti handphone, yang jelas bukan radio

Meskipun radio saat sudah tidak banyak digunakan oleh masyarakat umumnya, namun awal penggunaan radio berguna untuk mengirimkan pesan telegraf dengan kode morse (anak pramuka pasti ngerti banget) antara kapal dan darat. Bayangkan saja kalau radio tidak ada, bisa habis pita suara karena teriak-teriak.wkwkwkwk

Lalu bagaimana radio bisa menyampaikan informasinya?
Yupss, inilah yang akan kami bahas.  

Kita tahu atmosfer bumi terbagi menjadi beberapa lapisan (Gambar 1), dari beberapa lapisan itu ada yang namanya lapisan termosfer. Dalam lapisan tersebut ada namanya daerah ionosfer.
Ionosfer bukan benar-benar sebuah lapisan, melainkan wilayah listrik dalam atmosfer atas
di mana konsentrasi yang cukup besar ion dan elektron bebas berada. Ion adalah atom dan molekul yang telah kehilangan ( atau mendapatkan ) satu atau lebih elektron. Atom kehilangan elektron
dan menjadi bermuatan positif ketika mereka tidak bisa menyerap semua energi yang ditransfer kepada mereka oleh bertabrakan energik partikel atau energi matahari.

Gambar 1 Lapisan Atmosfer Bumi
sumber : www.bankjim.com
Wilayah yang lebih rendah dari ionosfer biasanya sekitar 60 km di atas permukaan bumi. Dari sini ( 60 km ) ionosfer memanjang ke atas ke bagian atas atmosfer. Oleh karena itu, sebagian besar ionosfer dalam termosfer. Ionosfer memainkan peran utama dalam komunikasi radio. Bagian bawah disebut wilayah D mencerminkan standar AM gelombang radio kembali ke bumi, tetapi pada saat yang sama ketika malam hari. Meskipun, daerah D secara bertahap menghilang dan AM gelombang radio yang mampu menembus lebih tinggi ke dalam ionosfer (ke E dan F wilayah - Gambar 2),
di mana gelombang yang dipantulkan kembali ke bumi. Karena pada malam hari sedikit penyerapan gelombang radio dalam mencapai lebih tinggi dari ionosfer, gelombang tersebut memantul berulang dari ionosfer ke permukaan bumi dan kembali ke ionosfer lagi. Dengan cara ini, standar AM gelombang radio dapat melakukan perjalanan untuk ratusan kilometer di malam hari.

Gambar 2 Perambatan Gelombang AM
sumber : Essential of meteorology by Donald Ahrens

Sekitar matahari terbit dan terbenam, stasiun radio AM biasanya membuat "penyesuaian teknis yang diperlukan" untuk mengimbangi  karakteristik listrik berubah dari daerah D. Karena mereka dapat disiarkan melalui jarak yang lebih jauh di malam hari, sebagian besar stasiun AM mengurangi output mereka dekat matahari terbenam . Penurunan ini mencegah dua stasiun – baik transmisi pada frekuensi yang sama tetapi ratusan kilometer terpisah- dari mengganggu program radio masing-masing. Saat matahari terbit, sebagai wilayah D meningkat, yang daya yang diberikan ke AM pemancar radio biasanya meningkat . Stasiun FM tidak perlu membuat penyesuaian ini karena gelombang radio FM lebih pendek dari AM gelombang, dan mampu menembus ionosfer tanpa tercermin .

Wassalamualaikum wr wb